picture

Enterprise Resource Planning atau yang biasa dikenal dengan istilah ‘ERP’, merupakan salah satu sistem yang tengah menjadi prioritas perusahaan-perusahaan besar. Melansir dari Terillium, ERP adalah perangkat lunak manajemen bisnis yang memungkinkan organisasi menggunakan satu sistem untuk mengelola seluruh proses bisnis. Perangkat lunak ini akan membantu mengimplementasikan perencanaan sumber daya guna menjalankan kepentingan perusahaan dengan cara menyatukan seluruh proses yang diperlukan.

Menilik dari sejarahnya, konsep ERP pertama kali muncul pada tahun 1900-an dan hanya digunakan untuk kontrol di sektor manufaktur. Pada tahun tersebut, lini perakitan dan bisnis produksi massal terkemuka mulai diambil alih oleh industri manufaktur yang berimbas pada peningkatan kebutuhan akan organisasi.

Pada tahun 1913, sebuah formula pemesanan persediaan diciptakan oleh seorang insinyur produksi Ford Whitman untuk mengatasi fenomena peningkatan kebutuhan yang terjadi dengan nama EOQ (Economic Order Quantity). EOQ dianggap sebagai salah satu konsep pertama tentang perencanaan sumber daya dalam perusahaan.

Perkembangan teknologi serta persaingan industri yang terjadi memicu permintaan adanya proses perencanaan manufaktur yang lebih baik. Hingga di tahun 1964, sistem MPR (Material Requirement Planning) hadir untuk memenuhi kebutuhan yang diminta. Konsep ini digunakan untuk menyusun jadwal proses produksi perusahaan.

Sistem MPR kembali mengalami perkembangan pada tahun 1983 dengan nama MPR (Manufacturing Resource Planning) II. Sistem MPR-II ini memiliki fungsi yang lebih luas untuk mencakup proses manufaktur, seperti keuangan, SDM, mesin, dan manajemen proyek. Dari sinilah, ERP mulai dikembangkan sebagai konsep yang berkaitan dengan MPR. Namun, sistem ERP hadir dengan fungsi yang lebih modern dan fungsionalitas tambahan.

Manfaat Implementasi ERP di Dunia Bisnis

Melihat dari sejarah singkat di atas, sistem ERP terlahir untuk memberikan manfaat besar pada seluruh kepentingan manajemen bisnis. Sistem ERP memberikan banyak dukungan pada proses produksi sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk mengidentifikasi dan merencanakan kebutuhan sumber daya perusahaan.

ERP telah dipercaya sebagai sistem yang mampu menyederhanakan banyak proses karena memiliki prinsip sebagai pengumpul data terpusat. Sehingga setiap individu dalam perusahaan dapat mengolah data yang diperoleh melalui satu file terintegrasi. Metode penyimpanan data yang terpusat dan terjamin aman membantu meyakinkan setiap individu dalam perusahaan bahwa data yang diperoleh valid, terkini, dan lengkap. Karena sistem ERP beroperasi secara real time.

Satu sumber kebenaran tersebut menjadi alat pelaporan yang dibutuhkan para pemimpin perusahaan untuk menentukan indikator kinerja utama, mengukur kinerja, dan merencanakan pertumbuhan bisnis.

Melakukan implementasi ERP menjadi salah satu langkah prioritas yang sebaiknya dilakukan oleh sebuah perusahaan. Karena ERP mampu untuk mengelola proses kerja tim dalam manajemen hingga memantau perputaran dana perusahaan. Sistem ERP dirancang pada satu struktur skema data yang biasanya memiliki satu database tertentu.

Terdapat dua praktik terbaik dalam proses implementasi ERP yang harus dilakukan oleh perusahaan, yakni perencanaan dan pemantauan. Dengan mematakan perjalanan implementasi secara mendetail serta mengawasi setiap kemajuan yang terjadi akan membantu memastikan proyek tetap berada pada jalurnya.