picture

Di dunia kerja, banyak pilihan metode yang digunakan untuk mendorong baik individu atau tim dalam mencapai tujuan. Salah satu metode yang saat ini digunakan oleh banyak perusahaan adalah OKR. Metode ini dinilai mampu mempererat keterlibatan karyawan sekaligus mendorong tim berkinerja tinggi. OKR merupakan singkatan dari “Object and Key Results”, alat untuk mengukur sejauh mana kinerja yang dilakukan sesuai dengan target perusahaan.

Melihat dari sejarahnya, pendekatan metode OKR pertama kali diperkenalkan oleh Andy Grove dengan nama “iMBOs”, yakni Intel Management by Objectives. Selanjutnya, Andy mengajarkan teori ini kepada John Doerr. Pada 1999, Doerr membuat nama “OKR” dan memperkenalkan metode tersebut kepada para pendiri Google. Sejak saat itu telah banyak perusahaan mengadopsi metode OKR yang dinilai mampu membantu perusahaan untuk mengevaluasi realisasi target. Mulai dari perusahaan Google, Allbirds, Apartment Therapy, Netflix, serta lembaga nonprofit lainnya.

Dalam bukunya “High Output Management”, Andy Grove menjelaskan adanya tiga konsep sederhana mengenai OKR, yaitu Objectives, Key Results, dan Initiatives. Ketiga konsep tersebut tersebut menjadi tonggak pencapaian perusahaan. Mari mengulas secara sederhana pengertian dari masing-masing konsep OKR.

Objectives

Objectives menjadi konsep pertama pada metode OKR yang bertugas untuk menetapkan arah. Objectives merupakan tujuan besar atau cita-cita yang ingin dicapai oleh individu, tim, atau perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Seperti fungsi peta, Objectives yang tepat menuju arah yang tepat dan Objectives yang salah akan menuju arah yang salah. Objectives yang baik harus significant, inspiring, dan action oriented. Oleh karena itu, penyusunan Objectives sebaiknya menggabungkan ambisi, tujuan, dan passion sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang tujuan yang akan dicapai.

Key Results

Konsep kedua adalah Key Results. Jika Objectives adalah tujuan, Key Result adalah jarak tempuh. Key Results merupakan parameter yang menunjukkan seberapa banyak pencapaian yang dilakukan. Setiap poin Key Results harus tersusun dengan jelas, spesifik, dan terukur (bersifat kuantitatif). Seperti fungsi papan petunjuk, pada dasarnya key results dapat memberikan informasi sejauh mana jarak yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.

Initiatives

Initiatives menjadi konsep terakhir dari metode OKR. Konsep ini berisi deskripsi pekerjaan yang dilakukan untuk mencapai key results. Initiatives menjelaskan langkah yang diambil untuk sampai pada tujuan, baik pada individu, tim, atau perusahaan. Berbeda dengan Key Result yang secara jelas mengukur kemajuan menuju Objectives, Initiatives merupakan langkah yang harus dilakukan agar poin pada Key Result tercapai. Ruang lingkup pada Initiatives harus didefinisikan dengan jelas. Initiatives sebaiknya mengandung kata kerja yang tidak ambigu, seperti menulis, membaca meluncurkan, merekrut, melakukan, dan lainnya.

Penerapan Metode OKR Penting bagi Perusahaan, Kenapa?

Manfaat metode OKR ini fokus pada pendefinisian tujuan yang jelas, peningkatan transparansi, serta keselarasan (strategis) yang lebih baik di seluruh organisasi. John Doerr selalu berbicara tentang F.A.C.T.S ketika menjelaskan manfaat penerapan metode OKR.

Istilah F.A.C.T.S berasal dari 5 poin utama manfaat penerapan metode OKR, yaitu Focus, Alignment, Commitment, Tracking, dan Stretching.

Fokus. Penerapan metode OKR memungkinkan tim bergerak di satu prioritas utama yang telah dipilih dengan cermat. Selama menjalankan pekerjaan, OKR menjadi petunjuk arah dalam mengetahui berbagai hal yang menjadi fokus dan tujuan.

Alignment. OKR memberikan gambaran yang jelas tentang tujuan perusahaan serta peran masing-masing tim atau individu. Gambaran ini digunakan untuk menyelaraskan tujuan sehingga semua elemen di perusahaan bergerak ke arah yang sama.

Commitment. OKR menuntut tingkatan komitmen kolektif dari seluruh pihak yang terlibat untuk memilih dan tetap berpegang pada prioritas (tujuan). Adanya poin-poin pada konsep Objectives, Key Results, dan Initiatives akan membuat individu atau tim lebih berkomitmen menjalankan tugas untuk mencapai tujuan.

Tracking. Penerapan metode OKR membantu melacak kemajuan dari strategi yang telah diterapkan. Memberikan kemudahan untuk memantau perencanaan yang berjalan sehingga dapat mengetahui lebih awal kapan harus mengubah taktik.

Poin terakhir adalah Stretching. OKR bekerja sebagai salah satu framework yang mengharuskan seluruh pihak yang terlibat untuk tumbuh melebihi kemampuannya.