picture

Mencapai ‘kesuksesan’ tentu menjadi tujuan utama para pelaku bisnis, baik untuk bisnis berskala kecil maupun besar. Menciptakan bisnis yang sukses bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh dengan mudah terlebih dalam waktu yang singkat. Banyak rintangan yang harus diselesaikan serta ada banyak faktor yang harus ditaklukkan di setiap prosesnya. Salah satu hal penting yang seringnya diabaikan adalah budaya transfer knowledge.

“Mengapa budaya transfer knowledge sangat penting dalam bisnis?”

Transfer Knowledge dimaknai sebagai proses berbagi informasi dari satu individu ke individu lain. Proses ini menjadi salah satu metode praktis dalam membangun dan mencapai tujuan bisnis yang disusun. Budaya transfer knowledge memungkinkan kemudahan untuk menjelaskan konsep bisnis yang rumit dibandingkan hanya dengan data. Selain itu, transfer knowledge menjadi salah satu cara bagi pelaku bisnis untuk membangun komunikasi yang sehat antar karyawan. Lebih dari sekadar komunikasi, transfer knowledge melibatkan sirkulasi informasi, ide, tugas, proses, alat, serta dokumen yang ada di dalam sebuah bisnis.

Ada banyak hal positif dari penerapan budaya transfer knowledge, seperti meningkatnya produktivitas, efektivitas, dan efisiensi di lingkungan kerja. Selain itu, transfer knowledge juga mendorong peningkatan performa bisnis dengan menstimulasi setiap individu untuk mengeluarkan potensi terbaik yang dimiliki.

Budaya transfer knowledge dapat diterapkan melalui berbagai cara. Sebagai pelaku bisnis atau seorang pemimpin, anda bisa mengawali proses ini dengan memberikan contoh kepada struktur di bawah. Menerapkan kolaborasi antar hirarki adalah salah satu langkah awal yang dapat diterapkan untuk menciptakan budaya transfer knowledge. Pemimpin yang transparan dan memiliki keterbukaan akan keberhasilan serta kegagalan, dapat mendorong karyawan lebih aktif saat bekerja.

Budaya berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dilakukan mungkinkan karyawan menciptakan ikatan yang lebih kuat serta menyelesaikan masalah dengan cepat. Mari lebih spesifik ke lingkungan perusahaan. Ketika karyawan berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi isu tertentu kepada karyawan lain atau karyawan baru, maka proses pengambilan keputusan dari isu sama yang akan terjadi dapat dilakukan lebih cepat dan lebih baik.

Dampak Buruk Hilangnya Budaya Transfer Knowledge bagi Perusahaan

Budaya transfer knowledge seringnya dianggap sebagai tindakan yang merugikan bagi salah satu pihak yang terlibat di dalamnya, yakni kontributor pengetahuan. Hal ini sering terjadi karena adanya persepsi ketakutan akan hilangnya kekuasaan, waktu, serta insentif untuk para kontributor. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan memberikan pemahamanan serta memotivasi kontributor pengetahuan untuk saling berpartisipasi dalam menciptakan budaya transfer knowledge.

Bayangkan betapa rumitnya saat lead departemen IT dengan pengetahuan teknologi yang luar biasa memutuskan untuk resign dari perusahaan tanpa melakukan transfer knowledge kepada timnya. Perusahaan tersebut harus memulai proses dari awal lagi. Pengambilan keputusan akan berjalan jauh lebih lambat karena tidak ada pengetahuan atau pengalaman yang terekam. Lebih buruknya, perusahaan tidak dapat menghindari terjadinya duplikasi usaha yang semakin melebarkan alur kerja sehingga menyebabkan penurunan produktivitas karyawan.

Budaya transfer knowledge yang tidak dilakukan akan memberikan dampak buruk cukup hebat untuk sebuah perusahaan. Diantaranya adalah menghambat akumulasi dan penyebaran pengetahuan, berkurangnya akses pengetahuan yang dapat menghentikan kreativitas tim, berkurangnya efektivitas penggunaan teknologi serta sumber daya bisnis, terjadinya kesalahan yang sama dilakukan berulang-ulang, terjadinya miskomunikasi yang dapat menghambat bisnis, serta terbatasnya waktu dan ruang dalam komunikasi

Menghindari berbagai dampak tersebut dengan mulai menerapkan budaya transfer knowledge di lingkungan kerja adalah keputusan paling tepat bagi pemilik perusahaan. Karena dengan dengan menerapkan budaya berbagi pengetahuan secara otomatis akan membantu peningkatan kemampuan manajemen perusahaan yang lebih baik.