Pada tanggal 11 Maret 2020, secara resmi, WHO (World Health Organization) menetapkan wabah Covid-19 sebagai 'pendemi global'. Kecepatan dan jarak menjadi tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Tingginya tingkat penyebaran menyebabkan berbagai kebijakan social distancing mulai digalakkan.

Social distancing tentu memberikan dampak pada berbagai bidang, terkhusus perekonomian negara. Pada kondisi seperti ini, secara serentak seluruh dunia memiliki satu tujuan sama, yaitu menangani pandemi Covid-19. Segala bidang dikerahkan sesuai dengan perannya masing-masing, salah satunya bidang teknologi.

Berbagai keuntungan teknologi tidak akan pernah ada habisnya untuk dibicarakan. Segala manfaat kelahiran teknologi telah kita nikmati hingga saat ini. Lalu bagaimana keberadaan teknologi mampu memberikan keutungan di tengan keadaan saat ini? Saat dimana semua manusia berperang melawan pendemi Covid-19.

Eksistensi AI

Bericara mengenai teknologi, maka mari mengulas tentang AI (Artificial Inteligence). Salah satu hasil perkembangan teknologi yang menakjubkan. Pada beberapa artikel sebelumnya, kita telah mengetahui bagaimana sejarah perkembangan teknologi AI. Untuk itu, mari kita flashback sebentar pada ulasan tersebut.

AI merupakan satu ilmu untuk mengkonstruksi suatu mesin atau program komputer sehingga memiliki kecerdasan dalam mengambil tindakan atau menyelesaikan masalah layaknya manusia. Hal ini sejalan dengan tujuan utama AI, yaitu membuat mesin menjadi lebih pintar sesuai dengan pengembangan fungsinya.

Social Distancing yang dijalankan harus dibarengi dengan pengetahuan tentang berbagai informasi terkait pendemi ini. Informasi yang mudah didapat lantas tidak menjadikan kita up-to-date pada informasi terkini karena banyaknya hoax yang tersebar di media sosial. Keadaan yang kacau menjadi semakin kacau dengan informasi-informasi dari sumber yang tidak kredibel.

picture

Tangani Covid-19 dengan Teknologi Berbasis AI

Untuk menangani adanya informasi yang menyesatkan, Pemerintah Indonesia baru-baru ini memanfaatkan teknologi AI, yaitu chatbot. Pemerintah meluncurkan chatbot akun WhatsApp yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Akun tersebut menjadi wadah untuk mengetahui informasi akurat perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Selain chatbot, beberapa eksistensi AI di tengah Covid-19 dapat dirasakan melalui outbreak analytics yang menerapkan AI dan machine learning untuk mendeteksi virus Corona. Algoritma yang terdapat pada AI diklaim mampu menganalisis berbagai sumber baik pada media sosial, artikel berita, maupun dokumen pemerintah dalam memprediksi pendemi tersebut.

Sebagai tempat pertama pembawa virus Corona ini, Wuhan telah menerapkan teknologi AI pada pengembangan medical robot di rumah sakit. Kehadiran robot tersebut dapat mengurangi tekanan pada staf medis yang berada di garda terdepan penanganan virus Corona. Selain itu, rumah sakit di beberapa negara telah memanfaatkan teknologi AI yang diterapkan pada medical robot.

Penerapan AI terakhir yang akan kita bahas adalah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau yang biasa disebut Drone. Kehadiran teknologi satu ini pernah menggemparkan dunia pada tahun 2010 dengan AR Drone (dikendalikan melalui smartphone) yang diperkenalkan oleh Parrot. Di tengah pendemi Covid-19, kehadiran Drone sangat berguna dalam layanan transportasi udara perkotaan pertama untuk mengirimkan kebutuhan medis ke rumah sakit.

Kesimpulan

picture

Berbagai bidang dalam kehidupan memberikan manfaat masing-masing sesuai dengan porsi yang ada. Salah satunya dengan kehadiran teknologi berbasis AI yang ada. Seperti, Chatbot, outbreak analytics, medical robot, dan drone.

Dengan tidak menggunakan secara berlebihan akan menghadirkan manfaat yang membantu proses kehidupan, terkhusus di tengah kondisi saat ini. Seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan perannya untuk membantu dari hal-hal yang kecil.

"Stay Helathy and Stay Happy"